Sabtu, 20 Oktober 2018

CINTA TIDAK PERNAH MENGENAL AKAN HADIRNYA SEBUAH PENGORBANAN



Namanya adalah Cinta, satu hal yang telah dialami oleh beberapa insan di segala penjuru di dunia ini. Ia tidak pernah secara terbuka untuk menunjukkan wujudnya secara nyata, namun hadirnya mampu membuat setiap anak Adam merasa bahagia karenanya. Dengan angkuh, ia menghampiri hati seorang tanpa ijin terlebih dahulu dan permisi dengan ia, seolah semua orang telah siap dengan kedatangannya, padahal belum tentu.

Dan secara tidak langsung perasaan yang tidak pernah diketahui kapan datangnya ini berhasil menjadikan mereka sebagai insan yang memiliki warna dalam kehidupannya. Cinta memang Indah, tapi tidak semua kisahnya selalu di sertai keindahan yang sangat mutlak sebagai sebuah jaminan didalamnya.

Namun,, apa yang lebih baik dalam kata mencinta selain sebuah pengorbanan di dalamnya ? karena cinta, beberapa orang menjadi rela berkorban demi menunjukkan dan mengutarakan isi hati mereka masing masing kepada sang pujaan hatinya. Padahal, pengorbanan bukanlah komposisi utama dalam Cinta, dan kita paham benar akan hal seperti itu. hanya saja pengorbanan yang mereka lakukan tanpa disadari telah menjadi sebuah kebutuhan dan kepuasan tersendiri.

Jauh dari sisi itu, seorang pria telah lahir dan diciptakan dengan hati yang begitu sangat lembut. Dan pada akhirnya pun, dia telah menjadi " Korban " yang di pilih oleh sang Cinta untuk Berpijak. Ia tidak kuasa untuk menolaknya, tidak ada waktu untuk melakukan hal tersebut. Ia merasakannya, menikmati dan menjunjung tinggi nama sang Cinta tersebut, tanpa ia sadari bahwa Cinta yang ada dihatinya telah menjadikannya seorang Budak.

Dalam jalannya roda Cinta yang ia kayuh atau Goes membuat ia mengerti bagaimana cara untuk membuat Cinta yang dia rasakan bisa membuat sesuatu yang istimewa. Tak muluk muluk, apa yang ia lakukan pada akhirnya akan tetap terkesan dan kena di hati setiap kita yang merasakannya.

Cinta yang ia rasakan mungkin tidak seindah kisah yang dialami oleh beberapa orang disekitarnya. Namun satu yang ia sadari, cinta yang akan ia berikan akan melebihi apapun didunia ini. Sebuah rangkaian kata akhirnya terhempas, bait demi bait telah ia rangkai demi menunjukkan perasaan terdalamnya kepada salah satu kaum Hawa yang dia Cintai.



Beberapa lantunan kata telah ia goreskan pada secarik kertas yang mampu menjadi teman terbaiknya dalam mengungkapkan perasaan. Seolah tidak pernah sadar dalam permainan sang Cinta tersebut, ia terus bernyanyi dan merintih dalam sebuah jeratan perasaannya. Bukan karena tidak sadar ya, namun ia telah memilih untuk berpura pura dan menutup mata akan kebodohannya, sebuah kebodohannya dalam hal berkorban

Tubuhnya lebam, hancur, tak berbentuk lagi, namun ia tetap melontarkan senyuman termanisnya. dibalik tawanya yang parau, ia tidak pernah henti untuk berusaha membuat Cinta itu tetap ada didalamnya, Tapi waktunya telah habis ia berusaha melakukan sebuah penawaran dengan Tuhan. Bahwa waktu yang ia miliki masih belum cukup untuk menunjukkan cintanya, dan tidak akan pernah cukup sampai kapanpun.

Dan ketika ia sudah tidak mampu melihat, perasa, berkata lain, satu hal yang tidak akan pernah ia sadari dari dirinya sendiri. Bahwa ia sudah terlalu banyak berkorban untuk Cintanya tersebut. Dan lagi lagi kekejaman sang Cinta membuatnya tidak pernah menyadari kalau pengorbanan nya sudah melangkah terlalu sangat jauh, seperti ungkapan " Demi senyummu, tiada diri pun aku rela ".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar